Jalan-Jalan

Habis Hujan Di Musim Baratan Ke Pantai Carik

Musim baratan adalah istilah yang digunakan oleh masyarakat Karimunjawa di saat musim hujan. Karena di musim itu angin kencang dari arah barat disertai hujan sehingga banyak nelayan yang libur melaut.

Sore itu, sehabis hujan saya melangsungkan perjalanan ke Pantai Carik menggunakan sepeda Motor. Perjalanan tak butuh waktu lama dari rumahku, sekitar 10 menit sudah sampai.

Sesampainya dilokasi, aku langsung memakirkan motorku, lalu menyusuri area pantai sambil menagabadikannya.

Disini aku sebagai single fighter. Jadi mendokumentasikan sendiri dalam perjalanan.

Disini (Pantai Carik) angin masih sepoi-sepoi, dan mendung tampak masih merenung. Daun-daun kelapa melambai-lambai seakan mengajakku bermain.

Aku berjalan pelan-pelan sambil menikmati semilirnya angin pantai. Ku tengok kanan kiri dibawah rindangnya pohon kelapa di Pantai Carik. Disini memang banyak sekali pohon kelapa berbagai ukurang, ada yang super tinggi, ada pula yang pendek namun sudah berbuah.

Nah! Aku melihat salah satu pohon kelapa pendek namun buahnya lumayan banyak, tanganku pun bisa dengan mudah memetik buahnya jika mau. Karena aku sadar itu buah kelapa bukan milikku, meskipun pengen banget memetiknya.

Aku lanjutkan menuju ke arah pantai. Namun kali ini aku tak melewati jalan biasa, aku lewat diantara semak-semak. Ada sedikit rasa takut karena disini ada banyak ular edor yang sangat berbisa, terlebih habis hujan.

Oh ya, sebenarnya, pantai carik ini dari pinggir jalan sampai pantai dipenuhi dengan pasir, karena waktu itu ada pembangunan bandara, jadi tanah pembuangan bandara sebagian besar di taruh di Pantai Carik ini, sehingga kondisinya berubah total. Sehingga pantainya sendiri berada di bawah.

Sebelah selatan pantai ini berbatasan langsung dengan hutan mangrove, Terpampang sebatang kayu berdiri bertuliskan “Kawasan Taman Nasional Karimunjawa”. Itu artinya pantai ini perbatasan langsung dengan kawasan BTN (Balai Taman Nasional).

Dengan segera aku bergegas menuju bibir pantai yang sedari tadi sudah ditunggu untuk menikmati keindahannya. Hamparan pasir pantai yang luas serta putih merona membuat aku tersipu melihatnya.

Pasir pantai terlihat bersih sehingga enak dipandang. Namun, terkadang jika musim timuran (angin dari arah timur ke barat) pantai ini terlihat kotor sekali.

Diantara hamparan pasir yang indah ini, terdapat sosok kapal nelayan yang sedang digalang. Kapal nelayan ini adalah milik warga setempat yang mungkin sedang libur melaut atau mungkin kapalnya perlu perbaikan sehingga kapal digalang.

Sejenak melihat-lihat kondisi kapal, aku melanjutkan perjalanan. Dari arah kejauhan pandangan mataku, terlihat jukung (sampan) yang terbalik tengkurap. Pelan-pelan namun pasti, aku mendekati jukung yang tengkurap ini, sepertinya dia sedang menikmati masa istirahat panjangnya. Karena kondisi pantatnya sudah sakit parah, terlebih lagi sudah dipenuhi dengan tirem.

Oh ya, lokasi pantai ini bisa dicek langsung di google map dibawah ini yang udah aku share buat sobat semua.

Karena perjalananku sudah mentok, akhirnya aku duduk sebentar buat istirahat, lalu kemudian aku beranjak pulang dengan sepeda motorku.

Nah! Sobat bisa tonton video dokumentasi hasil petualangan saya di Pantai Carik Kemujan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button