Jam Dinding Legendaris Yang Masih Berguna

Katanya, produk-produk zaman dulu terkenal kokoh dan kuat, hal ini memang terbukti dengan jam dinding di rumah saya yang masih hidup dan berfungsi hingga saat ini.

Jam dinding ini sebenarnya bukan jam dinding mahal. Pada saat itu, saya masih balita, dan jam dinding yang dulu say bengkeli hingga akhirnya tak bisa dipakai.

Maklum, waktu saya masih kecil, mungkin punya cita-cita jadi bengkel, sehingga suka bongkar-bongkar barang. Sayangnya, saya cuma terima bongkar gak terima pasang.

Nah! Ketika jam dinding sebelumnya tak bisa dipakai, ibu dan bapak beli jam dinding pada malam hari di rumah warga yang jualan jam dinding.

Saya digendong ibu sambil jalan kaki pergi untuk beli jam dengan kondisi gelap gulita.

Oh ya, pada tahun 90-an, desa kami belum teraliri listrik, kami biasanya menggunakan pelita, jika kondisi ekonominya agak mendingan, mereka menggunakan mesin diesel, itupun bisa dihitung jari. Baru pada tahun 2000-an, baru masuk listrik yang hidup dari jam 17.30 s/d 23.30. Setelah itu gelap gulita. Dan pada tahun 2016, baru benar-benar bisa menikmati listrik 24 jam yang dikelola oleh PLN. Jadi, di kampung kami merdeka dalam kegelapan masih sangat baru banget.

Kembali lagi berbicara jam dinding legendaris.

Setelah sampai di rumah penjual, saya milih jam dinding yang ada bunga-bunganya, padahal saya itu cowok tulen, bukan kaleng-kaleng, tapi entahlah saya suka yang feminim.

Karena saya kalo udah suka, gak bisa ditawar, orang tua pasrah aja, ya meskipun harga tetap sama dengan yang lain. Waktu itu, jam dinding yang saya pilih harganya cuma Rp. 5.000 (Lima Ribu Rupiah). Murah banget kan!.

Jam yang terbilang sangat murah itu hingga kini masih bisa berfungsi, kalo dihitung-hitunga ya udah berumur lebih kurang 20 tahunan lebih.

Begitulah cerita perjalanan jam dinding legendaris saya.

Exit mobile version