TOP INFO

Ternyata! Negara Kita Punya Banyak Nama Sebelum Resmi Menjadi Indonesia

Bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang. Etos rakyatnya banyak ditulis dalam literatur dunia. Sayangnya, beragam sejarah Indonesia belum begitu diketahui oleh semua rakyatnya. Salah satunya soal nama negara kita. Selama berada di masa penjajahan, sebelum resmi dinyatakan merdeka, bangsa ini memiliki sederet nama nama sebelum diputuskannya nama Indonesia sebagai nama negara yang resmi hingga kini. Nama Indonesia berasal dari bahasa Yunani Indo dan Nes yang berarti Kepulauan Hindia. Orang yang pertama menggunakan Nama Indonesia ini adalah James Richardson Logan dalam bukunya dengan judul ‘The Indian Archipelago and Eastern Asia’.

Berikut adalah sederet nama Indonesia sebelum kemerdekaan:

1. Nederlandsch Oost- Indie- Nederlandsch Indie

Kita semua tahu, bangsa kita ini dulunya pernah di jajah oleh Belanda selama ratusan tahun lamanya. Bangsa Belanda untuk pertama kalinya datang ke Indonesia pada tahun 1596 di bawah pimpinan Cornelis de Houtman. Dalam masa penjajahan tersebut, Indonesia dikenal sebagai ‘Nederlandsch Oost-Indie’ atau bisa juga disebut Nederlansch Indie. Nama ini yang di kemudian hari dikenal sebagai Hindia Belanda atau Hindia Timur Belanda. Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) membentuk Hindia Belanda sebagai hasil dari nasionalisasi koloni-koloni di bawah pemerintahan Belanda.

2. Insulinde

Tak semua warga Belanda setuju dengan pemberian nama Nederlandsch Oost-Indie. Salah seorang warga Belanda yang merupakan seorang penulis bernama Eduard Douwes Dekker justru gerah dengan julukan Nederlandsch Indie yang diberikan negaranya kepada Indonesia. Ia turut menyaksikan sendiri perlakuan buruk para penjajah terhadap penduduk pribumi. Dalam bukunya yang berjudul Max Havelaar pada tahun 1860. Pria yang memiliki nama lain Multatuli ini kemudian mengusulkan nama ‘Insulinde’ di awal abad ke-19. Nama ini berasal dari kata ‘insula’ yang dalam bahasa Latin berarti pulau, dan Indus berarti Hindia. Insulinde bermakna Kepulauan Hindia.

3. The Malay Archipelago

Nama lain yang pernah diberikan untuk Indonesia adalah ‘The Malay Archipelago’. Nama tersebut mempunyai arti menguasai laut atau kumpulan pulau-pulau Melayu. Nama ini digagas pada pertengahan abad ke-18 oleh seorang penjelajah sekaligus ilmuwan asal Britania Raya bernama Alfred Russel Wallace saat ia berkunjung ke tanah air tahun 1682 hingga 1854. Nama tersebut diambil meliputi kawasan Malaysia, Singapura dan Kepulauan Indonesia. Wallace adalah sosok yang memberi banyak pengaruh pada dunia biologi. Hasil penelitiannya menghasilkan hipotesis Garis Wallace yang mengelompokkan wilayah geografi fauna spesies Asia dan Australia.

4. Indunesians

Nama yang paling mendekati dengan Indonesia saat ini adalah ‘Indunesians’. Nama ini digagas oleh pakar etnologi George Windsor (GW) Earl dan koleganya, James Richardson (JR) Logan. Keduanya berkebangsaan Inggris pada tahun 1850. Nama Indunesians muncul karena realitas etnografis, yakni “ras berkulit sawo matang/cokelat di Kepulauan Hindia”. Tak lama setelah itu Earl justru mengganti sebutan Indu-nesians dengan Malayunesians. Alasannnya, sebutan yang pertama itu terlalu umum, sedangkan yang kedua lebih khusus. GW Earl menggunakan sebutan Indunesians dan Malayunesians untuk merujuk pada penduduk Kepulauan Nusantara. Sementara itu, Logan menggunakan istilah Indunesians (atau Indonesia) sebagai suatu pengertian geografis murni, yakni menunjuk pada kepulauan tersebut.

5. Hindia

Sebelum dikenal dengan sebutan Indonesia, negara kita sempat diberi nama “Hindia”. Nama ini begitu terkenal setelah penjelajah asal Portugis bernama Vasco da Gama saat dia menemukan gugusan kepulauan dalam ekspedisinya mencari rute langsung dari Eropa menuju Malabar (India) di penghujung abad ke-15 atau sekitar tahun 1498 masehi. Sementara, nama Hindia pertama kali digagas oleh Herodotus, seorang sejarawan Yunani Kuno. Nama Hindia diambil karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Sedangkan, nama Hindia digunakan pertama kali oleh Ptolomeus tahun 100 sampai 178 sebelum Masehi. Ptolomeus merupakan ahli ilmu bumi yang tersohor.

6. Nusantara

Nusantara

Nama Nusantara memang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Bukan hanya panggilan. Nusantara ternyata pernah menjadi nama bagi Indonesia zaman dahulu. Jauh sebelum nama-nama lain Indonesia bermunculan. Julukan ‘Nusantara’ sudah digagas oleh Kerajaan Majapahit sejak abad ke-12. Nusantara berasal dari dua kata bahasa Sansakerta, yaitu nusa yang berarti ‘pulau’ dan antara yang berarti ‘luar’. Nusantara kala itu adalah sebutan untuk wilayah kekuasaan Majapahit di luar Pulau Jawa, yang membentang dari ujung barat Sumatera hingga bagian timur di Papua. Istilah Nusantara juga disebutkan oleh Mahapatih Gadjah Mada dalam Sumpah Palapa, dan tercantum juga dalam Kitab Negarakertagama.

Selain nama-nama yang saya sebutkan tadi, ada beberapa nama lain sebelum resmi menjadi Indonesia, seperti Bangsa Tionghoa menyebutnya “nan-Hai” yang artinya Kepulauan Laut Selatan, Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini dengan sebutan “Dwipantara” yang artinya Kepulauan Tanah Seberang, Bangsa Arab menyebutnya “Alza’ir Al-Jawi yaitu (Kepulauan Jawa).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button