Travel

Tradisi Karimunjawa, Barikan Untuk Mendapatkan Keselamatan

Setiap daerah di Indonesia memiliki budaya yang berbeda beda, begitu pula Karimunjawa, pulau yang kecil nan indah ini juga punya banyak tradisi, salah satunya adalah ‘barikan’. Tradisi barikan ini sebenernya juga ada di desa Gunungan lho ya, Gunungan itu salah satu desa di kabupaten Blora.

Barikan di Karimunjawa sendiri diadakan setiap Kamis Pon sore menjelang malam jum’at wage. Perhitungan hari dalam jawa, habis ashar itu sudah berganti hari.

Barikan diadakan di tempat-tempat yang sekiranya ramai dan sering di lalui oleh orang-orang, misalnya di tikungan, perempatan atau pertigaan. Alasan barikan diadakan di tempat-tempat seperti itu karena warga desa Karimunjawa mempercayai bahwa perempatan atau pertigaan adalah tempat yang paling tepat untuk mencegah malapetaka tersebut sehingga Barikan diadakan ditempat tersebut.

Baca Juga : Mengenang Sepenggal Kisah RA. Kartini di Museum Kartini Jepara

Nama barikan berasal dari kata “barik” yang berarti “selamat”. Sehingga “barikan” memiliki arti “keselamatan”.

Sesuai dengan namanya, barikan bertujuan memohon keselamatan kepada Yang Maha Kuasa supaya dijauhkan dari balak, malapetaka, musibah, maupun bencana.

Adapun yang dibawah oleh warga adalah berupa nasi tumpeng ditaburi uraban, diantara uraban tersebut diberi lauk seperti telur, ayam, dll. Untuk tumpengnya di kasih kunir sehingga terlihat kuning. Nah, diatas tumpeng itu juga dikasih bawang merah, bawang putih, dan cabai yang berada paling atas. Cara menyusunnya persis seperti sate sunduk.

Baca Juga :Keseruan Berpetualang di Hutan Tracking Mangrove Karimunjawa

Lalu salah seorang tokoh agama di masing-masing desa memanjatkan doa untuk mendapatkan keselamatan dari Yang Maha Kuasa. Selesai berdoa, para jama’ah kemudian makan apa yang dibawah. Terkadang mereka juga saling berbagi satu sama lain.

Di Karimunjawa, setiap bulan suro (muharram dalam kalender islam) pada hari kamis sore menjelang jum’at wage selalu diadakan kirab barikan. Tujuannya, untuk berdoa bersama dan menjaga kelestarian tradisi yang sudah ada sejak lama. Selain untuk menjaga tradisi, kirab ini juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung di Karimunjawa.

Yang mengikuti kirab barikan ini bukan hanya warga lokal saja, tapi juga para wisatawan baik lokal maupun asing. Mereka antusias mengikuti serangkaian acara kirab barikan ini.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button